Wahana Mitra Mandiri melaksanakan FPIC di 9 lokasi MHA Provinsi Jambi
30 Apr 2024
Wahana Mitra Mandiri melaksanakan FPIC di 9 lokasi MHA Provinsi Jambi
Fabruari 2024
Wahana Mitra Mandiri
sebagai salah satu Lembaga Perantara (Lemtara) yang terpilih dan ditetapkan oleh
BPDLH untuk Program TERRA-CF yang
berlokasi di Provinsi Jambi, pada akhir
bulan Februari hingga awal Bulan April Tahun 2024 melaksanakan Kegiatan Free, Prior and Informed Consent FPIC (persetujuan
diawal tanpa paksaan) di 9
lokasi Hutan Adat yang berada di kabupaten Kerinci dan Kabupaten
Sarolangun; yaitu (1) Hutan Adat Tigo Luhak Permenti yang Berenam Desa Pungut
Mudik, (2) Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning Muara
Air Dua ,(3) Hutan Adat Biang Sari Desa Pengasi baru, (4)Hutan Adat Bahung Batu
Desa Mukai Pintu, (5) Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki Desa Pungut Hilir,
(6) Hutan Adat Parbokalo Bungkan Yang Empat Desa Talang Tinggi dan Desa Mukai
Tinggi, (7) Hutan Adat Bukit Kayu Sigi Desa Tanjung Genting yang berada di
Kabupaten Kerinci, dan (8)Hutan Adat Imbo Larangan Pematang Kulim dan Imbo
Larangan Inum Sakti Desa Temenggung, (9) Hutan Adat Titian Teras Dusun Kampung
Pondok Desa Demang yang berada di Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan FPIC dilaksanakan pada
masing-masing lokasi program dengan melibatkan Pengurus Kelompok Pengelola
Hutan Adat (KPHA), Pemerintah Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan
perwakilan masyarakat lainnya serta perwakilan dari UPTD KPHP setempat. Dalam
kegiatan tersebut, Wahana Mitra Mandiri selaku Lembaga Perantara yang akan
melakukan pendampingan di 9 lokasi Hutan Adat tersebut memaparkan terkait
program akan dilaksanakan serta rangkain kegiatan yang akan dilakukan selama 12
bulan. Adapun kegiatan yang akan
dijalankan tersebut yaitu dengan Judul “Penguatan Kapasitas Masyarakat Hukum
Adat (MHA) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) serta peningkatan mata
pencaharian dan kesejahteraan MHA & KUPS”.
Setelah pemaparan kegiatan oleh
Wahana Mitra Mandiri, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta
FPIC dengan Tim Wahana Mitra Mandiri seputar kegiatan dan pengelolaan hutan
adat yang berkelanjutan. Dalam kesempatan diskusi tersebut, setelah mendapat
penjelasan yang mendetail, masyarakat menerima dan mendukung kegiatan yang akan
dilaksanakan di desa mereka, khususnya dalam rangka pengelolaan hutan adat
berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Arbain selaku Kepala KPHP Limau Unit
VII Hulu Sarolangun juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa “program-program pendampingan dalam
pengelolan hutan adat ini harus disambut baik dan didukung, sehingga
pengelolaan hutan adat kedepannya dapat dikelola dengan lebih baik, seperti
pengelolaan kelembagaan, pengelolaan kawasan dan pengelolaan usaha berdasarkan
potensi masing-masing wilayah kita”. Hal senada juga disampaikan oleh KPHP
Kerinci pada forum kegiatan FPIC di Kabupaten Kerinci. “wahana mitra mandiri cukup baik dalam melakukan koordinasi dengan kph sehingga
kegiatan dilapangan berjalan dengan lancar” pungkas Neneng Susanti (Kepala
UPTD KPHP Kerinci).
245 Viewers