Konsorsium Wahana Alam Hayati Gelar Koordinasi Awal dan Survei Potensi Hutan dan Non Hutan di Kerinci
05 Oct 2025
Konsorsium Wahana Alam Hayati Gelar Koordinasi Awal dan Survei Potensi Hutan dan Non Hutan di Kerinci
Sungai Penuh, 11 September 2025 – Wahana Mitra Mandiri bersama Konsorsium Wahana Alam Hayati
(Rikolto, Alam Hijau, Palka Agra Hayati) menggelar kegiatan “Koordinasi Awal
dan Survei Potensi Hutan dan Non-Hutan di KPHP Kerinci Unit I”. Kegiatan ini
menjadi bagian dari Kajian Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang
(RPHJP) serta mendukung upaya restorasi koridor satwa liar, konektivitas
lanskap, dan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Klaster III Koridor RIMBA
Kabupaten Kerinci. Acara berlangsung di Aula Grand Hotel Kerinci, Kota Sungai
Penuh, dengan dukungan dari Kementerian ATR/BPN melalui Project RIMBA (Riau,
Sumatera Barat, Jambi). Kegiatan berjalan lancar dan produktif, menghadirkan
berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Hadirkan Multipihak Strategis
Sejumlah pihak hadir dalam forum
ini, di antaranya Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Kantor
Pertanahan Kabupaten Kerinci, UPTD KPHP Kerinci Unit I, BAPPEDA, Dinas
Lingkungan Hidup, serta perwakilan desa sasaran seperti Hiang Tinggi, Pungut
Hilir, Mukai Pintu, Talang Tinggi, dan Pengasi Baru. Kegiatan juga menghadirkan
narasumber utama yaitu Bapak Zainudin (Kepala Bidang PTN Wilayah I TNKS) dan
Ibu Neneng Susanti (Kepala UPTD KPHP Kerinci Unit I).
Menurut Zainudin, dokumen RPHJP
memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi. “Ada empat
fokus utama RPHJP TNKS, yaitu memperbaiki kualitas habitat, menekan gangguan
kawasan, mengembangkan jasa lingkungan, dan memperkuat kerja sama multipihak,”
ujarnya.
Senada dengan itu, Neneng Susanti
menekankan bahwa RPHJP bukan hanya pedoman teknis, melainkan instrumen untuk
menyamakan persepsi lintas sektor dalam tata kelola hutan lestari.
Penguatan RPHJP dan Restorasi Ekosistem
Diskusi menghasilkan beberapa poin
penting:
- RPHJP harus dipandang sebagai momentum strategis memperkuat arah pengelolaan hutan berkelanjutan.
- Dokumen ini perlu diintegrasikan dengan program lain, seperti mitigasi konflik, penataan blok dan petak, serta peningkatan efektivitas pengelolaan hutan.
- Keterlibatan konsorsium diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan hutan.
- Restorasi ekosistem berbasis tanaman kayu penting untuk menjaga koridor satwa dan menekan perambahan hutan.
- Program Perhutanan Sosial melalui skema Hutan Adat di Kerinci terbukti menjadi solusi ganda: meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melindungi kawasan hutan.
- Menuju Pengelolaan Berbasis Ekonomi Hijau
Sinergi multipihak dalam kegiatan
ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan habitat hutan sekaligus membangun
basis ekonomi hijau adaptif terhadap perubahan iklim. “Penyusunan RPHJP bukan
sekadar dokumen teknis, melainkan arah strategis bagi pengelolaan hutan untuk
generasi mendatang,” tegas salah satu narasumber.
Dengan langkah kolaboratif ini,
Kerinci diharapkan mampu menjadi model pengelolaan hutan produksi yang
berkelanjutan, terintegrasi, dan selaras dengan restorasi koridor satwa liar di
bentang alam RIMBA.
110 Viewers