Hutan Adat Jadi Tonggak Kedaulatan Pangan Masyarakat

29 Oct 2025

By admin

102 Viewers

Hutan Adat Jadi Tonggak Kedaulatan Pangan Masyarakat


Kerinci, Jambi — Dalam momentum Festival Pangan Sedunia 2025 (Festival Peduli Pangan Lokal Hiang Kerinci) yang digelar Masyarakat Adat Hiang pada 25–26 Oktober 2025, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kerinci menyampaikan pentingnya peran hutan adat sebagai penopang utama kedaulatan pangan lokal.

Kepala KPHP Kerinci (Neneng Susanti, S.Hut,.M.Si), menegaskan bahwa keberadaan hutan adat bukan hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi sumber kehidupan dan ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar.

“Hutan adat adalah tonggak kedaulatan pangan masyarakat. Di dalamnya tersimpan sumber pangan alami, rempah, obat-obatan, serta pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya di hadapan peserta festival yang digelar di Gedung Bersama Desa Hiang Karya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat adat telah terbukti mendukung keberlanjutan ekosistem sekaligus memperkuat ekonomi desa. Melalui pengelolaan yang arif, masyarakat dapat memanfaatkan hasil hutan bukan kayu tanpa merusak keseimbangan alam.


Festival Peduli Pangan Lokal Hiang Kerinci 2025 ini menampilkan berbagai produk olahan lokal, hasil bumi, serta seni dan budaya tradisional Hiang. KPHP Kerinci memandang kegiatan semacam ini penting sebagai ruang pembelajaran bersama untuk meneguhkan nilai-nilai kemandirian pangan berbasis kearifan lokal.

“Kita perlu menjaga hutan adat, karena di sanalah identitas, pangan, dan masa depan masyarakat adat kita bertumpu,” tambahnya.

Dengan semangat pelestarian budaya dan lingkungan, sinergi antara KPHP Kerinci, masyarakat adat, dan pemerintah desa diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi generasi mendatang.

 

Dalam kesempatan yang sama Manager Community Development Wahana Mitra Mandiri, Mustaem, S.P, pada sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya kerjasama masyarakat, bahu membahu dalam menjaga dan melestarikan hutan adat agar tetap terjaga kelestariannya dan terus memberi manfaat kepada masyarakat. Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning terus memberikan manfaat kepada masyarakat dengan menopang ketahanan pangan melalui irigasi yang bersumber dari kawasan hutan adat. Selain itu, hutan adat juga menyediakan sumber air bersih bagi ribuan masyarakat adat hiang. Kita berharap dan menghimbau kepada masyarakat lintas generasi agar tetap menjaga dan melestarikan kawasan hutan adat untuk saat ini dan masa yang akan datang.