Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas KUPS Ar Rahman untuk Pengelolaan Ekowisata Berbasis Hutan Adat

Deskripsi Kegiatan

Hiang, Kabupaten Kerinci – Dalam upaya mendukung pengelolaan ekowisata berbasis hutan adat yang berkelanjutan, Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri (WMM) mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Ar Rahman, pada Sabtu 05 Oktober 2024. Pelatihan ini diselenggarakan di rumah Ketua Pengelola Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning, Desa Hiang, serta di lokasi ekowisata Rivers Camp and Tubing.

Pelatihan yang berlangsung selama dua sehari penuh ini memberikan dua materi utama, yaitu manajemen pengelolaan ekowisata dan keselamatan wisata air. Materi ini dirancang untuk memperkuat kemampuan pengelola dalam menghadapi tantangan serta meningkatkan pelayanan wisata berbasis hutan adat. Dalam penyampaian materi, WMM menghadirkan narasumber yang telah bersertifikasi nasional dan memiliki pengalaman luas di bidang pengelolaan ekowisata dan keselamatan wisata tirta.

Ketua Pengelola Hutan Adat Nenek Limo Hiang Bapak Sisi Rahman, dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas bagi kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan ekowisata. “Hutan adat kami bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga identitas budaya. Dengan pelatihan ini, kami berharap dapat mengelola potensi wisata dengan lebih baik, sehingga manfaat ekonomi dan pelestarian lingkungan berjalan seiring,” katanya.

Pelatihan dimulai dengan sesi teori yang membahas manajemen pengelolaan ekowisata, meliputi perencanaan operasional, strategi promosi, dan pengelolaan keberlanjutan lingkungan. Peserta mendapatkan wawasan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pelibatan masyarakat lokal.

Sesi selanjutnya membahas keselamatan wisata air, yang difokuskan pada prosedur penanganan keadaan darurat di sungai, teknik penyelamatan, dan pengenalan alat keselamatan. Para peserta juga mendapatkan pelatihan praktik langsung di Rivers Camp and Tubing, yang menjadi salah satu lokasi wisata unggulan di Desa Hiang.

Salah satu peserta pelatihan, Eka, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Sebagai pengelola lokal, kami sering dihadapkan pada tantangan teknis, terutama dalam menjaga keselamatan pengunjung. Pelatihan ini memberikan banyak ilmu baru yang sangat relevan dengan kebutuhan kami,” ujarnya.


Keterangan Foto: Peserta pelatihan sedang uji coba peralatan keselamatan guna menjalankan SOP di Ekowisata River Camp and Tubing yang di kelola oleh KUPS Ar-Rahman

Ekowisata Rivers Camp and Tubing yang dikelola KUPS Ar Rahman merupakan salah satu destinasi wisata berbasis hutan adat di Provinsi Jambi. Destinasi ini menawarkan pengalaman berkemah dan tubing di aliran sungai yang asri, yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

WMM, sebagai fasilitator, berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengelola hutan adat dalam mengembangkan destinasi wisata yang berkualitas, aman, dan tetap menjaga kelestarian alam. “Kami ingin mendorong para pengelola KUPS untuk tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam sektor pariwisata,” ujar perwakilan dari WMM.

Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendampingan yang dilakukan WMM untuk mendukung pengelolaan hutan adat di Desa Hiang. Ke depannya, WMM berencana menyelenggarakan program serupa di wilayah lain dengan tujuan memperkuat kapasitas kelompok-kelompok perhutanan sosial di seluruh Provinsi Jambi.

Dengan pelatihan ini, KUPS Ar Rahman diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat yang profesional, aman, dan tetap menghormati kearifan lokal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendukung ekonomi masyarakat setempat dan memperkuat posisi Desa Hiang sebagai destinasi wisata unggulan berbasis hutan adat. (Josse Chua,pen)

Gallery

  • Semua
  • Foto
  • Video